Minggu, 01 Januari 2012

JANGAN TAKUT DIKLAT


DIKLAT

Diklat merupakan sebuah istilah yang sudah tidak asing lagi bagi insan pendidik. Persepsi tentang diklat bisa berbeda beda, panggilan diklat sering kali ditunggu karena akan berdampak bagus misal PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi Guru) yang akan berujung SK Dirjen untuk tunjangan profesi. Ada juga yang enggan diklat karena akan diserahi tanggung jawab menyampaikan kembali materi di kampung halaman. Padahal kalau diklat dapat ilmu dan keterampilan serta angpau dan uang jalan kalau ada anggarannya.
Diklat merupakan akronim dari “pendidikan dan pelatihan” merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan secara sistematis dan terarah dalam rangka memberikan informasi, pengetahuan atau keahlian tertentu kepada peserta menggunakan metode tertentu dengan bimbingan dari narasumber. Istilah diklat dikenal juga dengan Trainning. 
Kegiatan ini diadakan tidak sembarangan tapi merupakan sebuah kegiatan yang mempunyai manfaat dan hasil yang tidak sedikit. Bila ditinjau dari sudut pandang organisasi maka diklat mempunyai beberapa fungsi, antara lain :
1.      Memperjelas komunikasi, merupakan sebuah hal penting dalam organisasi agar personil dapat menerima dan mengirim pesan kepada orang lain di dalam atau luar organisasi. Ketidakjelasan dan konflik mengenai norma dan peranan dapat dikurangi dengan mengembangkan transmisi dan penerimaan informasi secara lebih detil
2.      Menetapkan tujuan, tujuan pendidikan biasanya samar dan kabur, para anggota organisasi dapat belajar menjelaskan dan menyampaikan tujuan-tujuan mereka dan meningkatkan rasa memiliki tujuan dan menintegrasikan usaha-usaha mereka dengan tujuan yang sama.
3.   Mengatasi konflik dan interdependensi, memperjelas tujuan akan meningkatkan kesadaran akan penyelesaian konflik. Kesadaran akan memunculkan harapan terhadap diferensiasi dan integrasi yang awalnya tidak diakui. Trainning akan memperjelas norma dan peranan tertentu dan meningkatkan kolaborasi para personel hingga mengatasi adanya konflik.
4.     Memperbaiki prosedur kelompok, prosedur untuk menciptakan dan menggunakan keterampilan dan pola baru agar tugas-tugas lebih produktif dan terpelihara. Pelatihan dapat memberikan acuan integratif dalam penciptaan dan penggunaan prosedur, cara kerja dan mekanisme yang dapat mengoptimalkan pendayagunaan sumber daya dalam organisasi.
5.  Pemecahan masalah, training dapat membantu lembaga / organisasi untuk menggunakan atau menciptakan beragam pola dalam melakukan pemecahan masalah secara kreatif yang dapat mencapai keberhasilan lebih tinggi daripada pemecahan masalah dengan pola lama.
6.   Pembuatan keputusan, trainning memberikan personel organisasi pola pembuatan keputusan dan komitmen dari mereka untuk melaksanakan sebuah keputusan yang diambil secara konsisten. Trainning membantu memberikan pengetahuan dan kompetensi tentang suatu pekerjaan atau tugas sehingga pengambilan keputusan dapat dalam tugas itu dilakukan dengan lebih baik.
7.     Menilai perubahan, perubahan menuntut adanya adaptasi dari organisasi dan personelnya. Organisasi harus mengembangkan kriteria untuk mengukur dan mengevaluasi kemajuan dalam mencapai tujuan. Perubahan terjadi dalam proses pencapaian tujuan atau dalam tujuan itu sendiri dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Kemampuan adaptasi terhadap perubahan dapat diperoleh dengan trainning.
 Melihat fungsinya maka diklat merupakan suatu yang penting, baik bagi organisasi sekolah maupun untuk personelnya. Diklat dijadikan sarana transfer pengetahuan dan kompetensi baru untuk menjalankan tugas tertentu dalam organisasi. Maka dari itu jangan malas ikut diklat !.

Sumber : Soetopo, Hendyat. 2010. Perilaku Organisasi Teori dan Praktik di Bidang Pendidikan. Bandung : Remaja Rosda Karya

 
(Kenang-kenangan Diklat PKG dan PKB 21-25 Agustus 2011)
( Arief Rakhmat )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar