DIKLAT
Diklat merupakan
sebuah istilah yang sudah tidak asing lagi bagi insan pendidik. Persepsi
tentang diklat bisa berbeda beda, panggilan diklat sering kali ditunggu karena
akan berdampak bagus misal PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi Guru) yang akan
berujung SK Dirjen untuk tunjangan profesi. Ada juga yang enggan diklat karena
akan diserahi tanggung jawab menyampaikan kembali materi di kampung halaman.
Padahal kalau diklat dapat ilmu dan keterampilan serta angpau dan uang jalan kalau ada anggarannya.
Diklat merupakan
akronim dari “pendidikan dan pelatihan” merupakan sebuah kegiatan yang
dilakukan secara sistematis dan terarah dalam rangka memberikan informasi,
pengetahuan atau keahlian tertentu kepada peserta menggunakan metode tertentu
dengan bimbingan dari narasumber. Istilah diklat dikenal juga dengan Trainning.
Kegiatan ini diadakan tidak sembarangan tapi
merupakan sebuah kegiatan yang mempunyai manfaat dan hasil yang tidak sedikit.
Bila ditinjau dari sudut pandang organisasi maka diklat mempunyai beberapa fungsi,
antara lain :
1. Memperjelas komunikasi, merupakan sebuah hal
penting dalam organisasi agar personil dapat menerima dan mengirim pesan kepada
orang lain di dalam atau luar organisasi. Ketidakjelasan dan konflik mengenai
norma dan peranan dapat dikurangi dengan mengembangkan transmisi dan penerimaan
informasi secara lebih detil
2. Menetapkan tujuan, tujuan pendidikan biasanya
samar dan kabur, para anggota organisasi dapat belajar menjelaskan dan
menyampaikan tujuan-tujuan mereka dan meningkatkan rasa memiliki tujuan dan
menintegrasikan usaha-usaha mereka dengan tujuan yang sama.
3. Mengatasi konflik dan interdependensi, memperjelas tujuan akan
meningkatkan kesadaran akan penyelesaian konflik. Kesadaran akan memunculkan
harapan terhadap diferensiasi dan integrasi yang awalnya tidak diakui. Trainning akan memperjelas norma dan
peranan tertentu dan meningkatkan kolaborasi para personel hingga mengatasi
adanya konflik.
4. Memperbaiki prosedur kelompok, prosedur untuk
menciptakan dan menggunakan keterampilan dan pola baru agar tugas-tugas lebih
produktif dan terpelihara. Pelatihan dapat memberikan acuan integratif dalam
penciptaan dan penggunaan prosedur, cara kerja dan mekanisme yang dapat
mengoptimalkan pendayagunaan sumber daya dalam organisasi.
5. Pemecahan masalah, training dapat membantu lembaga /
organisasi untuk menggunakan atau menciptakan beragam pola dalam melakukan
pemecahan masalah secara kreatif yang dapat mencapai keberhasilan lebih tinggi
daripada pemecahan masalah dengan pola lama.
6. Pembuatan keputusan, trainning
memberikan personel organisasi pola pembuatan
keputusan dan komitmen dari mereka untuk melaksanakan sebuah keputusan yang
diambil secara konsisten. Trainning membantu memberikan pengetahuan dan
kompetensi tentang suatu pekerjaan atau tugas sehingga pengambilan keputusan
dapat dalam tugas itu dilakukan dengan lebih baik.
7. Menilai perubahan, perubahan menuntut
adanya adaptasi dari organisasi dan personelnya. Organisasi harus mengembangkan
kriteria untuk mengukur dan mengevaluasi kemajuan dalam mencapai tujuan.
Perubahan terjadi dalam proses pencapaian tujuan atau dalam tujuan itu sendiri
dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Kemampuan adaptasi terhadap
perubahan dapat diperoleh dengan trainning.
Melihat
fungsinya maka diklat merupakan suatu yang penting, baik bagi organisasi
sekolah maupun untuk personelnya. Diklat dijadikan sarana transfer pengetahuan
dan kompetensi baru untuk menjalankan tugas tertentu dalam organisasi. Maka
dari itu jangan malas ikut diklat !.
Sumber : Soetopo, Hendyat. 2010. Perilaku Organisasi Teori dan Praktik di
Bidang Pendidikan. Bandung : Remaja Rosda Karya
(Kenang-kenangan
Diklat PKG dan PKB 21-25 Agustus 2011)
( Arief Rakhmat )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar